Ahad, 12 April 2009

Gold the Real Win Win Investment

Today I want to talk about gold again. Why? Because short term, gold is not acting so well. It's broken some chart support at the $898 level, and it could easily pullback further, to around the $838 level.

For short-term traders, that's an opportunity to get out, go short, and make some money. But for investors, gold's pullback should not be alarming … should not scare you out of any positions … and instead, should be viewed as a “win-win” situation.

Consider the following …

Two Possible Macroeconomic Background Scenarios for Gold

Scenario #1: The Fed's efforts to save the U.S. economy and financial system succeed … the credit crisis eases.

Under this scenario, the Fed's recent actions of pumping at least $1.3 trillion of new money into the economy and the Treasury's TALF program are successful — the U.S. economy starts to recover and global growth resumes. As a result, the credit crunch begins to ease and money flows through the pipeline. The big commercial and investment banks finally stop taking massive write-downs on bad mortgage securities. Foreclosures shrink, home prices stop hemorrhaging, and home sales pick up. Consumers start spending. In this scenario, many talking heads on Wall Street say that gold's bull market would be over. They'd point out that there would be no reason for investors to flock to the safety of gold. But holy cow, would they be dead wrong! Reason …

The Fed is GOOD for Gold

If the Fed floods the system with trillions of paper dollars, global demand for gold will soar. If the Fed is successful at turning the U.S. economy and credit crisis around, it will only be because it flooded the system with trillions of paper dollars, sowing the seeds for eventual wild inflation. If the economy were to pick up on top of that, between inflation and resumed economic growth, global demand for gold would soar. Of course, the media mavens would then argue that when the economy turns back up, the Fed will jump in with both feet to head off inflation by aggressively raising interest rates, thereby choking off the bull market in gold. That's also hogwash. Just check the recent record … From late 2004 to mid-2006, the Fed raised interest rates 17 times, in steady quarter-point increments to 5.25 percent from a low of 1 percent. And over that period, gold surged 127 percent!

Figure 1: If the Fed floods the system with trillions of paper dollars, global demand for gold will soar.

Look at it this way: Even with the U.S. economy in a bad funk — gold demand hit a record $79 billion in 2007 … and another record $102 billion in 2008. Most of the increased demand — no surprise here — came from Asia and the Middle East. In 2008, China's gold demand jumped a healthy 21 percent, Vietnam — up a whopping 49 percent … Indonesia — up 6 percent … Egypt — up 12 percent … Russia — up 12 percent (a new annual record). So if the Fed's actions work … the U.S. economy rebounds riding a new wave of inflation … demand for gold will fly off the charts, sending the yellow metal's price skyward. In other words, as a long-term investor, you would want to buy the dips in gold.

Now let's take a look at the second scenario …

Scenario #2: Fed's rescue efforts (continue to) fail … credit crisis worsens … depression deepens

Bearish for gold? No way, Jose! Not only will the Fed just keep pumping trillions more dollars into the economy — confidence in government will plunge to such abysmal lows, that the greenback will lose dramatically more purchasing power than in the first scenario.

Do you think gold's bull market would end in such an environment? Do you think that would be bearish for gold? Hardly! The plunging dollar would cause investors to flock to gold even more than they already have. The price of the yellow metal would soar even more than in the first scenario, and it would likely even exceed my most bullish target — rising well above $2,270 an ounce!

Plus, in Either Scenario … The Supply of Gold Is Plunging

Many analysts are claiming that in either of the above scenarios, gold's current price is high enough to bring oodles of new supply to the market, hence killing, or at least smothering the bull market for a while.

But in fact …

In 2007, the world's gold supply dropped 2.6 percent to 3,488 metric tonnes. And it dropped further to 3,468 in 2008. When you compare that to total world demand of 3,659 tonnes, you're left with a supply deficit of 191 tonnes! In 2008, gold mine production fell 3 percent to 2,407 metric tonnes, declining for the third straight year. South Africa and Australia had the steepest production declines. In fact, South Africa's production dropped an estimated 14 percent, to 220 tonnes, its lowest level in 86 years! Australia's gold production hit 19-year lows in 2008, falling 12 percent to 299 tonnes.

So let me set the record straight on the supply situation in gold:

Do not, I repeat, do NOT expect any relief from new supplies of gold.




The Long-Term Bull Market in Gold Is Alive and Well.

Consider Buying the Dips!

I have absolutely no doubt whatsoever that gold will ultimately reach at least $2,270 an ounce, and perhaps even higher. So any time you hear that gold's bull market is over, I strongly suggest you ignore those sound bites, and instead, consider using virtually every price dip — like we have now — as an opportunity to buy. Because as I just showed you, gold is in a “win-win” situation.
With that in mind, and given gold's current pullback, I want to make ABSOLUTELY sure you've got the basics you need to have gold in your portfolio …

Sabtu, 4 April 2009

G20 Summit adalah sia-sia



Di kota London, United Kingdom, baru saja selesai pertemuan Negara-negara maju dan berkembang yang disebut dengan G-20. Negara-negara peserta tersebut adalah : Amerika Syarikat, Argentina, Australia, Brazil, Kanada, China, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Inggeris, Itali, Jepun, Mexiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Turki, dan Uni Eropa.

Pertemuan pemimpin G-20 sebelumnya telah diawali dengan pertemuan menteri kewangan negara G-20 pada 14 Mac 2009 di Horsham, London. Inggeris sebagai tuan rumah diwakili oleh PM Gordon Brown. Tujuan dari adanya pertemuan G-20 ini adalah untuk mencari jalan keluar dari krisis financial global yang menimpa Dunia mulai oktober 2008 lalu.

Tapi, para pengamat ekonomi begitu pesimis akan tercapainya jalan keluar krisis financial global, ini yang ditandai dengan perbezaan pendapat, dan hubungan yang tegang yang terjadi diantara para pemimpin yang hadir, yaitu antara PM Perancis, Nicholas Sarkozy dan Kanselir Jerman, Angela Merkel, mencabar Amerika Syarikat yang diwakili Presiden Barack Obama. Perancis dan Jermen ingin pengawasan yang lebih ketat dalam sistem kewangan Dunia, sementara Amerika dan Europe memfocus ke arah pembelanjaan yang mendorong ekonomi dunia.

Antara kesimpulan yang dapat di ambil dari perjumpaan G20 ialah seperti berikut:

a) IMF akan mendapatkan dana ekstra USD 750 Billiom untuk menolong negara-negara yang menghadapi pelarian modal (capital outflow). Bank Dunia juga akan mendapatkan dana ekstra.

b) Penjualan cadangan emas milik IMF dibahas untuk meningkatkan cadangan dana. Sebanyak 403.3 tonnes.

c) Tax heaven country akan segera di-umumkan bagi memberi pinjaman kepada negara yang memerlukan.

d) Sekitar USD 250 Billlion dana akan disediakan untuk pembiayaan perdagangan dunia khusus bagi negara berkembang.

e) Pengetatan aktiviti lembaga kewangan diusulkan.

f) Rusia mengusulkan mata uang baru dunia sebagai pengganti USD dalam rangka transaksi international. Tapi ide ini tidak mendapat perhatian.

g) PM UK, Gordon Brown, mengingatkan agar bantuan dari G-20 kepada negara miskin jangan dilupakan.

h) China sedia membantu mengatasi krisis kewangan dunia. China menjadi pilihan karena memiliki bon Amerika Syarikat sebanyak USD 1.9 Trillion (terbesar di dunia). Ini bererti, peranan China dan negara-negara maju besar di IMF.

i) Direktor pelaksana IMF, Dominique Strauss-Kahn mencadangkan G-20 agar mempercepat bantuan dalam sektor perbankan.

j) Presiden AS, Barack Obama, mengakui lemahnya peraturan kewangan di AS sebagai pemicu krisis keuangan global.

Dari beberapa hasil pertemuan G-20 diatas, dapat saya simpulkan bahwa para pemimpin dunia tidak berhasil menemukan akar permasalahan krisis yang tengah mendera dunia saat ini, para pemimpin itu hanya mampu memburukkan keadaan krisis dengan menambah jumlah dana kepada dana moneter international (IMF). Padahal seperti kita ketahui selama ini, program-program penyelamatan dan hutang dari IMF tidak pernah berhasil menolong negara-negara berkembang, malah membuatnya semakin terikat pada bantuan tersebut, dan jumlahnya semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Cadangan dari Rusia yang menginginkan ditetapkannya mata wang baru dunia juga tidak di dengar, padahal menurut perspektif saya bahwa cadangan itu adalah bagus, karena selama ini, dunia hanya bergantung pada dollar AS (USD / US$) saja, sementara mata wang yang lain seperti tidak berharga dihadapan dollar AS. Sudah saat nya kita mengganti mata wang kita dari fiat money atau wang kertas, kepada standard emas (dinar dan dirham) / emas dan perak, seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada umat muslim dulu dalam bertransaksi, karena emas dan perak memiliki nilai yang stabil, dan makin kuat walau terkena pengaruh inflasi.
Masya Allah, peran IMF semakin besar dan semakin berpeluang menjerumuskan dunia kedalam perankap hutang (debt trap), dengan penambahan sejumlah dana besar ke dalam organisasi international tersebut, IMF pasti akan mencari berbagai negara yang boleh diperangkap dengan hutang, tentu dengan persyaratan yang ketat dan berat, seperti program penyesuaian struktural yang biasanya di ikuti dengan deregulasi, privatisasi dan peyerahan aset kepada negara asing yang menyimpan dana di IMF.
Mengapa ianya terjadi pada mulanya untuk melepaskan diri dari krisis global dan meyelamatkan ekonomi dunia oleh negara berkembang malah diberi hadiah hutang oleh negara-negara maju dalam pertemuan G-20 di London ? Inikah hasilnya pertemuan yang di demonstrasi oleh ribuan orang karena mereka merasa marah dan kecewa, karena negara-negara G-20 menolong para perusahaan yang menyebabkan terjadinya krisis dengan pakej stimulus bernilai USD Trilliun! Kenapa mereka tidak mencari punca permasalahan yang merupakan kesalahan dari sistem ekonomi kapitalis yang pada awal dekad 1990an berubah menjadi super-kapitalis yang menyebabkan orang semakin rakus. Adakah Pelan Penyelamat oleh IMF ini akan berjaya? Renung-renungkanlah.

Prinsip 1/3 Dalam Pengelolaan Harta

Ada sebuah nasihat yang sangat Indah kepada diri saya sendiri yang juga insyaallah bermanfaat bagi pembaca. Nasihat ini saya ambilkan dari kitab Riyadus –Shalihin yang ditulis oleh orang sholeh zaman dahulu yang terkenal keikhlasannya. Ikhlasnya Imam Nawawi, konon kitab asli dari Riyadus Shalihin tersebut tidak mampu dibakar oleh api. Nasihat ini sendiri berasal dari hadits Rasulullah SAW yang panjang sebagai berikut :


Dari Abu Hurairah RA, dari nabi SAW, beliau bersabda, “ Pada suatu hari seorang laki-laki berjalan-jalan di tanah lapang, lantas mendengar suara dari awan :” Hujanilah kebun Fulan.” (suara tersebut bukan dari suara jin atau manusia, tapi dari sebagian malaikat). Lantas awan itu berjalan di ufuk langit, lantas menuangkan airnya di tanah yang berbatu hitam. Tiba-tiba parit itu penuh dengan air. Laki-laki itu meneliti air (dia ikuti ke mana air itu berjalan). Lantas dia melihat laki-laki yang sedang berdiri di kebunnya. Dia memindahkan air dengan sekopnya. Laki-laki (yang berjalan tadi) bertanya kepada pemilik kebun : “wahai Abdullah (hamba Allah), siapakah namamu ?”, pemilik kebun menjawab: “Fulan- yaitu nama yang dia dengar di awan tadi”. Pemilik kebun bertanya: “Wahai hambah Allah, mengapa engkau bertanya tentang namaku ?”. Dia menjawab, “ Sesungguhnya aku mendengar suara di awan yang inilah airnya. Suara itu menyatakan : Siramlah kebun Fulan – namamu-. Apa yang engkau lakukan terhadap kebun ini ?”. Pemilik kebun menjawab :”Bila kemu berkata demikian, sesungguhnya aku menggunakan hasilnya untuk bersedekah sepertiganya. Aku dan keluargaku memakan daripadanya sepertiganya, dan yang sepertiganya kukembalikan ke sini (sebagai modal penanamannya)”. (HR. Muslim).

Bayangkan, bila Allah mengirimkan awan khusus untuk menyirami kebun kita. Di kala orang lain kekeringan, tanah kita tetap subur. Di kala usaha orang lain menjadi bankrup, usaha kita tetap maju, dikala krisis matawang ini menghentam negeri kita ini – kita tetap survive. Dan ketika usaha kita berjalan baik sementara saudara-sauadara kita kesulitan. Sepertiga hasil usaha kita untuk mereka – alangkah indahnya sedeqah ini.


Bagaimana kita bisa memperoleh pertolongan Allah dengan awan khusus tersebut ?, kuncinya ya yang di hadits itu : kita bersama keluarga kita hanya menggunakan sepertiga dari hasil kerja kita. Sepertiganya lagi kita laburkan kembali, dan yang sepertiga kita sedeqahkan ke sekeliling kita yang memerlukan. Karena janji Allah dan rasulNya pasti benar, maka kalau tiga hal tersebut kita lakukan – Insyaallah pastilah awan khusus tersebut mendatangi kita. Namun jangan dibayangkan bahwa awan khusus tersebut harus benar-benar berupa awan yang mendatangi kita. Awan khusus tersebut boleh berupa teman –teman kita yang jujur yang memudahkan kita dalam berusaha, atasan kita yang adil yang memperjuangkan hak-hak kita, atau karyawan kita yang hati-hati yang menjaga asset usaha kita, dan berbagai bentuk ‘awan khusus’ lainnya.
Wallahu A’lam bis showab.

Mulailah berinvestasi dengan Emas

Emas merupakan mata wang abadi, cuma sedikit dari kita yang mengetahui bahwa nilai yang hakiki dari alat tukar itu sebenarnya adalah Emas. Saya teringat suatu cerita Ashabul Kahfi, cerita pemuda yang tetap istiqomah dijalan Allah yang hidup pada zaman yang dipimpin oleh raja yang zalim dan kufar, sehingga akhirnya para pemuda ini sembunyi di gua kahfi sehingga ratusan tahun, dan ketika bangun dari tidur menurut cerita wang dinar yang dibawa tidur selama ratusan tahun tetap berlaku sebagai alat tukar dizaman setelahnya.

Kata orang lama-lama, kalau menyimpan telur jangan dalam satu keranjang tetapi tempatkanlah dibeberapa keranjang. Falsafah ini menarik, karena kalaulah semua wang kita disimpan hanya dalam bentuk deposit atau tabungan maka jika terjadi inflasi maka wang kita menjadi berkurang nilainya. Jadi, kita perlulah mempelbagaikan pelaburan kita. Dengan menyimpan emas, secara tidak langsung, 'appreciated value" yang wujud setiap tahun menjadikan emas ini sebagai logam yang terpilih dan bernilai dari masa ke semasa.
Menyimpan emas ni ada keunikannya tersendiri. Orang boleh cakap, "aku boleh invest dalam hartanah, sama juga. Ia mempunyai appreciated value tersendiri juga. Setiap tahun harga hartanah akan meningkat". Saya akui ianya benar, tetapi cuba kita renungkan sejenak. Sekiranya berlaku peperangan di dalam negara kita (contoh sahaja), dan kita menjadi pelarian.
Adakah hartanah kita tu boleh kita bawak lari? Kalau emas yang seberat 100g (dimana saiznya) sebesar kotak mancis, sudah tentu kita boleh membawanya bersama kita bukan?
Fikir-fikirlah..dan mulalah menyimpan emas walaupun seberat segram sebulan. Bertindaklah sekarang sebelum terlambat.

Selasa, 31 Mac 2009

Borang Keahlian Koperasi Usahawan Emas Malaysia Berhad (KUEMB)

Pengumuman.

Kepada pembaca-pembaca blog saya yang di hormati.

Anda semua dipelawa untuk menjadi ahli Koperasi Usahawan Emas Malaysia Berhad.

First Anual General Meeting akan di adakan pada 9 May 2009 (Sabtu). Tempat akan di umumkan kemudian. Walaubagaimanapun, bagi AGM ini akan di adakan di Kuala Lumpur.

Oleh sebab tu, bagi sesiapa yang sudi dan berminat untuk menjadi ahli KUEMB, di harap agar anda dapat memuat turun borang pendaftaran seperti yang boleh di muat turun pada banner di sebelah kanan anda.

Kerjasama anda kami hargai dan dahulukan dengan ucapan ribuan terima kasih.


Ikhlas,

Hafiz
Timbalan Pengerusi II (sementara)
Koperasi Usahawan Emas Malaysia Berhad.